Pemuda dan Sosialisasi


Internalisasi, Belajar, dan Sosialisasi

1.    Jelaskan pengertian pemuda dan pengertian sosialisasi!


Pemuda adalah suatu golongan manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung. Pemuda di era/ jaman Indonesia ini sangat beranekaragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan dan moralitas. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.
Pendapat Ahli:
Menurut Princeton (Websters) mengartikan “pemuda” (youth) sebagai The time of life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person, artinya Waktu hidup antara masa kanak-kanak dan kedewasaan; jatuh tempo awal; era muda, sudah dewasa atau berpengalaman; kesegaran dan vitalitas dan utilitas karakteristik orang muda.
Penggolongan WHO (Kerangka Usia) :
Usia 10 – 24 tahun sebagai young people (usia muda), sedangkan remaja atau adolescence dalam golongan usia 10 -19 tahun. Jadi pemuda identik sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, dan memiliki moralitas yang baik. Kelemahan mecolok dari seorang pemuda adalah kontrol diri dalam artian mudah emosional dikarenakan masa biologis (akil balig), sedangkan kelebihan pemuda yang paling menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial-politik maupun kulturalisasi dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.
Secara hukum pemuda adalah golongan manusia yang berusia 15 – 30 tahun, secara biologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik.
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus bangsa, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan nasional negaranya. Di dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial/ produktif. Kedudukannya yang strategis sebagai penerus cita – cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya.
Sosialisasi Pemuda Dalam Masyarakat
Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengaruh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi. Proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi (suatu titik kehidupan seseorang yang tertinggi/ jenuh untuk mencapai cita – cita dirinya).
Melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia/ masyarakat yang beradab. Pendirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk jika ada kemauan dari diri orang tersebut.
Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir dalam kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.

2.    Jelaskan pengertian Internalisasi, belajar, dan sosialisasi!

Internasilasi, Belajar, dan Sosialisasi
Internalitas adalah proses pemasukan nilai pada seseorang yang akan membentuk pola pikirnya dalam melihat makna realitas dalam kehidupannya. Jadi ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi/ hubungan sosial. istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.
Proses Sosialisasi
Ada 2 teori proses sosialisasi yang paling umum digunakan, yaitu teori Charles H. Cooley dan teori George Herbert Mead. Menurut teori Charles H. Cooley lebih menekankan pada peran interaksi antar manusia yang akan menghasilkan konsep diri. Proses pembentukan konsep diri ini yang kemudian disebut Cooley sebagai looking-glass self terbagi menjadi tiga tahapan sebagai berikut.
” Seorang anak membayangkan bagaimana dia di mata orang lain.”
Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi dan sering menang diberbagai hal.
“Seorang anak membayangkan bagaimana orang lain menilainya.”
Dengan perasaan bahwa dirinya hebat, anak membayangkan pandangan orang lain terhadap dirinya. Ia merasa orang lain selalu memujinya, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini muncul akibat perlakuan orang lain terhadap dirinya. Misalnya, orang tua selalu memamerkan kepandaiannya.
“Apa yang dirasakan anak akibat penilaian tersebut”

Penilaian yang positif pada diri seorang anak akan menimbulkan konsep diri yang positif pula, salah satunya adalah kepercayaan diri sang anak meningkat. Semua tahap di atas berkaitan dengan Teori labeling, yaitu bahwa seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak di beri label “nakal”, maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai “anak nakal” sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, meskipun penilaian itu belum tentu benar.

3.  Jelaskan pengertian sosialisasi, peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat !

Proses Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses belajar yang kompleks artinya dengan sosialisasi, manusia belajar sebagai makhluk biologis menjadi manusia yang berbudaya, yang cakap menjalankan fungsinya dengan tepat sebagai individu dan sebagai anggota kelompok.
Seorang bayi yang lahir merupakan organisme yang sangat lemah. Pemenuhan segala kebutuhan fisiknya bergantung kepada orang dewasa. Namun, sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan lingkungan dan menyerap banyak hal hingga tumbuh dewasa, dan baru berakhir setelah dia meninggal. Hal-hal yang diserap meliputi sikap dan nilai, rasa suka dan tidak suka, rasa senang dan sedih, keinginan dan tujuan hidup, cara bereaksi terhadap lingkungan, dan pemahaman mengenai segala sesuatu. Semua itu diperolehnya melalui proses yang disebut sosialisasi.
Dalam proses ini, seseorang juga mengalami internalisasi (mendarah-dagingkan) nilai dan norma sosial tempat dia hidup, sehingga terbentuklah kepribadiannya. Setiap orang perlu mempelajari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku di dalam masyarakatnya. Semua itu diperlukan untuk mendewasakan diri setiap individu dan membentuk kepribadiannya. Dengan berbekal kedewasaan pribadi itulah nantinya seseorang akan dapat memegang peranan di masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi merupakan proses penanaman kecakapan dan sikap yang diperlukan untuk dapat memainkan peran sosial di masyarakat.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWQXXZXgcib-yajC8gSbvt7mtSRbNc6izXx8MfKn2n5DcwMb6IHtNxlq3n_ek3oE_8MZRYi60Tc4rqmiE-7acra2qjepHehpssgxkByw8-gwyEFiC4Wuj1b4jjqiWsMuhoKuOWg17esfJq/s1600/sosialisasi.png

Pembentukan kepribadian manusia melalui proses sosialisasi meliputi:
  • Internalisasi nilai-nilai, yaitu proses penanaman nilai dan norma sosial ke dalam diri seseorang yang berlangsung sejak lahir hingga meninggal.
  • Enkulturasi, yaitu proses pengembangan dari nilai-nilai budaya yang sudah tertanam dalam diri seseorang dan diimplementasikan dalam perilaku seharihari.
  • Pendewasaan diri, yaitu proses berlangsungnya internalisasi dan enkulturisasi secara terus menerus hingga membentuk suatu kepribadian. Apabila kepribadian telah terwujud secara utuh, saat itulah seseorang bisa dikatakan dewasa dan telah siap memegang peran dalam masyarakat sebagai pribadi yang utuh.
Ada dua macam sosialisasi, yaitu sebagai berikut.
  • Sosialisasi Primer (Primary Socialization). Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang pertama kali dijalani individu semasa kecil. Sosialisasi ini menjadi pintu bagi seseorang memasuki keanggotaan bermasyarakat.
  • Sosialisasi Sekunder (Secondary Socialization) Sosialisasi sekunder berlangsung pada tahap selanjutnya. Selama proses ini, individu mengenal sektor-sektor baru yang ada di masyarakat. Salah satu bentuk sosialisasi sekunder adalah resosialisasi.
 Resosialisasi

Resosialisasi adalah proses pemberian kepribadian baru kepada seseorang. Resosialisasi sering pula disebut sebagai proses pemasyarakatan total. Sebagai contoh, proses pemasyarakatan yang dialami para penghuni penjara, rumah sakit jiwa, dan pendidikan militer. Seorang yang semula bebas, karena melakukan pelanggaran hukum kemudian dipenjara. Di penjara inilah terjadi proses pembentukan kepribadian baru. Segala gerak-geriknya, cara berpakaian, waktu tidur, waktu makan, dan aktivitas lainnya tidak lagi dapat dilakukan secara bebas. Semua diatur berdasarkan norma penjara yang ketat dan tidak memberikan kebebasan.

Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masayrakat

Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.
Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan ideologi baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan bermental bos. Pemuda menjadi malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan, hambatan dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah. Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja. Pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya). Peran pemuda sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan, banyak pemuda sekarang yang jarang bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat sekitar padahal dari pemuda lah timbul semangat-semangat yang dapat membuat sebuah bangsa menjadi besar. Berkurangnya rasa sosialisasi di masyakat juga tidak lepas dari kecanggihan teknologi sekarang yang semuanya serba instant, mudah dan cepat tanpa harus bersusah payah. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kenyataannya masih ada pemuda-pemuda yang mengikuti kegiatan-kegiatan masyarakat seperti menjadi panitia-panitia dalam keagamaan, sosial, perayaan dan semacamnya.
Peran pemuda dalam masyarakat dapat ditingkatkan dengan mengadakan acara-acara atau kumpul untuk para pemudanya agar lebih bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat sekitar. Semoga cita-cita dan perjuangan para pahlawan dahulu untuk memerdekakan bangsa ini dapat terwujud dengan pemudanya yang turut berperan aktif dalam masyarakat.




Pemuda dan Identitas


1.         Jelaskan pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda !

Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978. Maksud dari Pola Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda disusun berlandaskan:
1.      Landasan Idiil                 : Pancasila
2.      Landasan Konstitusional  : Undang-Undang Dasar 1945
3.      Landasan Strategis         : Garis-Garis Besar Haluan Negara
4.   Landasan Historis      : Sumpah Pemuda Tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 17-8-45
5.      Landasan Normatif         : Etika, tata nilai dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat.

2.         Jelaskan 2 pengertian pokok pembinaan dan pengembangan generasi muda, masalah – masalah dalam generasi muda !

Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda menyangkut dua pengertian pokok yaitu:
1.  Generasi Muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal, kemampuan, dan landasan untuk dapat mandiri dalam keterlibatannya secara fungsional bersama potensi lainnya, guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
2.  Generasi muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuan-kemampuannya ke tingkat yang optimal dan belum dapat  bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.
Masalah-Masalah Generasi Muda
· Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan muda.
· Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
· Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun non formal.
· Kurangnya lapangan kerja / kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran /setengah pengangguran di kalangan generasi muda.
· Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda.
· Masih banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah pedesaan.
· Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga.
· Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
· Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.
· Dan ada juga masalah lain yaitu:
1.         Kebutuhan Akan Figur Teladan
Remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai-nilai luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar nasiha.
2.         Sikap Apatis
Sikap apatis meruapakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang bersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya.
3.         Kecemasan dan Kurangnya Kepercyaaan dan Harga Diri.
4.         Ketidakmampuan untuk Terlibat
Kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat.
5.         Perasaan Tidak Berdaya
Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern.
6.         Pemujaan Akan Pengalaman
Sebagian besar tindakan-tindakan negatif anak muda dengan minumam keras, obat-obatan dan seks pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba.

3.         Sebutkan potensi – potensi generasi muda dan tujuan pokok sosialisasi !

1.         Idealisme dan daya kritis.
2.         Dinamika dan kreatifitas.
3.         Keberanian mengambil resiko.
4.         Optimis dan kegairahan semangat.
5.         Sikap kemandirian dan disiplin murni.
6.         Terdidik.
7.         Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan.
8.         Patriotisme dan nasionalisme.
9.         Sikap kesatria.
10.      Kemampuan penguasaan ilmu teknologi.


Perguruan dan pendidikan

1.    Bagaimana cara mengembangkan potensi generasi muda ?
·          Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
·          Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
·          Pengendalian fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
·          Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.


2.    Jelaskan pengertian pendidikan dan perguruan tinggi !

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam — sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka — walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Pendidikan menurut Jenisnya dibagi menjadi 3 tingkatan :

Pendidikan dasar Pendidikan dasar
Pendidikan dasar Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

Pendidikan menengah
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar selama 3 tahun.

Pendidikan tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Perguruan tinggi
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.

Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi 2 :
1.    Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Negara.
2.    Perguruan tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta.


3.    Apa alasan anda untuk berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi ?

Menurut saya, mengapa semua individu khususnya di Indonesia wajib mengenyam pendidikan selama 12 tahun? Maka jika tidak, akan terjadi akibat seperti pengangguran semakin banyak, generasi muda tidak ada yang berakhlak baik, perampokan, pembunuhan dan lain sebagainya, dengan kata lain akan ada permasalahan ekonomi, status sosial dan sebagainya yang akan terjadi pada generasi muda. Menakutkan bukan?. Faktor hanya karena  pendidikan yang mahal menjadi sebuah alasan sederhana. Syukurlah  pada saat ini pemerintah punya program sekolah gratis selama 9 tahun. Jadi kesimpulannya mengapa individu harus mengenyam pendidikan? Itu semua karena setiap individu harus sekolah minimal selama 12 tahun secara umum agar disaat seseorang beranjak dewasa, orang tersebut dapat bermanfaat sebagai pemuda yang aktif di dalam lingkungan masyarakat dan kelak akan menjadi Generasi Penerus bangsa yang akan menjadi Pemimpin yang baik, mengerti rakyat, dan memajukan bangsa ini ke arah yang lebih baik.
  



Komentar

Postingan Populer