REFLEKSI PPEP 2

"REFLEKSI PEMBELAJARAN"
12 Desember 2018

Assalamualaikum, wr. wb., Syalom semuanya, salam sejahtera,, Halo semuanyaaaa, balik lagi ke blogger yang banyak kurangnya tapi banyak manfaatnya, semoga kabarnya semakin hari semakin luar biasa yaawww. Kali ini, saya akan merefleksikan pembelajaran yang saya terima sepanjang pembelajaran PPEP ini nih:

Pada pembelajaran Perencanaan, Pengelolaan, dan Evaluasi Pembelajaran (PPEP) hari ini, saya diberikan pemaparan singkat oleh Ibu Yuli Rahmawati, M.Sc, Ph.D mengenai Penilaian Kognitif.

Adapun materi yang hendak disampaikan pada pertemuan kali ini adalah :
  1. Penjelasan singkat mengenai Penilaian (Assessment)
  2. Melanjutkan pemaparan kelompok mengenai daya beda dan pengecoh
MATERI SINGKAT PENILAIAN

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi mengenai hasil refleksi saya selama pembelajaran bersama Ibu Yuli sebagai dosen pembimbing. Pembelajaran kali ini sangat berkesan mengenai review Perencanaan dalam Tes Uji Coba yang dilakukan dalam penelitian kecil kami. Kebetulan kelompok aku sudah menyelesaikan tugas tersebut sehingga bisa jadi bahan evaluasi kami dalam membuat penilaian terhadap hasil Uji Coba yang kelompok saya buat.

 Udah ada yang tau tentang apa sih itu Penilaian dan apa saja jenis-jenisnya? Sekarang aku mau sempetin untuk cerita tentang apa aja yang aku dapat sama dosenku.

Topik pertama yang dibahas oleh Ibu Yuli adalah membahas tentang isu - isu dalam penilaian, diantaranya mengenai cara memberikan penilaian pada siswa, objek tes yang diberikan, serta pada subjektifitas pengamat. Adapun wawasan yang dikaji yakni perbedaan pada High Stake Assessment dan Low Stake Assessment yang mana pada kedua termin harus memberikan feedback (different terms) sebagai bahan evaluasi dari penilaian. Menurut pemahaman saya, pengertian dari keduanya ialah :


  • Jika motif "High " berarti adanya risiko tertinggi yang dapat diterima dalah penilaian, contohnya pada keputusan lulus tidaknya siswa pada saat ujian SBMPTN.
  • Jika motif "Low" berarti risiko yang diambil terendah dari penilaian, contohnya penyelenggaran Ujian Nasional yang lebih tidak melihat kognitif anak, karena era sekarang menekankan afektifnya.

Kemudian, ada juga nih pembahasan singkat tapi bermakna banget mengenai perbedaan Acuan Penilaian Nasional, yakni PAN (Penilaian Acuan Norma), yakni penilaian yang lebih mengarah pada afektif peserta didik, sedangkan PAK (Penilaian Acuan Kriteria) lebih mengarah pada keadaan nilai kognitif dan psikomotorik anak. Selanjutnya, Ibu Yuli menjelaskan tentang beberapa jenis penilaian, yakni :

  1. Berdasarkan tujuannya (objektifitas)
    • Diagnosis : mendeteksi secara mendalam baik kelebihan maupun kekurangan siswa, biasanya dilakukan tes two tier, three tier, dll.
    • Sumatif    : biasanya dilakukan di akhir pembelajaran. Contohnya UTS dan UAS.
    • Formatif   : biasanya dilakukan di pertengahan yang mana dapat menjadi sumatif bila dilihat per satuan Bab materi. Contohnya Ulangan Harian.
  1. Berdasarkan learning outcomes
    • Performance : contohnya praktikum.
    • Knowledge  : biasanya dilakukan pakai tes.
  1. Berdasarkan respon siswa
    • Structure responses  : menggambarkan bahwa jawaban itu harus dipilih
    • Free responses         : menggambarkan bahwa jawaban bisa fleksibel dipilih
Kemudian, dilakukan penjelasan mengenai cara membuat penilaian berbasis tes, diantaranya :
  1. Buat indikator pada siswa, jika topik banyak; pihan ganda saja yang digunakan.
  2. Pertanyaannya itu diusahakan berkaitan satu sama lain.
  3. Jawaban dibuat tricky yang bisa dibuat jalan lain dalam pengerjaannya.
  4. Jawaban diproses dengan ditabulai dan dianalisis.
Setelah itu, dikarenakan pemateri kelompok selanjutnya telah hadir dalam pembelajaran, dilakukan pergantian pemaparan oleh kelompok besar 3 dan 4.

PEMAPARAN LANJUTAN KELOMPOK 3 DAN 4

Pada sesi ini, dilakukan pemaparan singkat oleh 2 kelompok besar dari penggabungan kelompok - kelompok akhir untuk membahas topik Daya Beda dan Pengecoh. Dalam pemaparan ini dijelaskan secara singkat tentang pengertian, metode dalam penilaian, dan mekanisme penilaiannya untuk mengukur tingkat daya beda dan pengecoh dari suatu instrumen penilaian. Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk membantu kami dalam membuat analisa data berbentuk perhitungan dan kajian mendalam dari hasil Instrumen Soal Uji Coba kami setelah dilakukan tabulasi data. Pembelajaran ini cukup menyenangkan dikarenakan cukup sedikit rumus yang digunakan dibandingakan dalam penentuan validitas dan reliabilitas. Adapun pemparan yang telah dilakukan terlampir dalam File (PPT Daya Beda) dan (PPT Pengecoh).


Sebenarnya saya belum bisa nih kasih cerita tentang pengalaman pribadi dari topik yang dibahas kali, tapi sekedar ceritaku tentang menilai kerja anak-anak yang dipercaya ke saya penuh kebingungan. Bingungnya adalah kita harus menilai dari perspetif anak-anak yang notabene secara manusiawi akan berbeda-beda penilaiannya satu sama lain, apalagi kalau materinya sedikit mengarah pada hal-hal yang bisa dibilang kualitatif, kalau kuantitatif kan enak tinggal liat alur jawaban mereka tinggal liat sampai hasil akhirnya.. SELESAI! Yaaa ternyata selama perjalanan hidupku bersama kampus hijau UNJ ini banyak banget yang bisa diambil tentang penilaian, apalagi seharusnya dalam memberikan penilaian kepada siswa harus ada dasarnya kita melihat objektifitas jawaban mereka. Kadang kalau aku menilai juga dari subjektif mereka juga, karna yaa kan aku bukan guru mereka juga, yang belum bisa meilai mereka secara real di sekolah jadi saya juga input penilaian subjektif ke mereka lewat hasil yang mereka dapat. Menilai pekerjaan seseorang itu berat loooh.. karena kamu harus membandingkan, kasih argumen ke jawaban orang, dan menyakinkan diri kamu lagi atas argumen orang dan argumen kita, sampai itu jadi introspeksi kita juga ke orang lain. O yaaa puji Tuhan guruku dulu di sekolah SMA terus mempercayakan aku untuk input nilai teman-temanku dan dari situ aku belajar,, kadang aku kasihan juga sama temanku sekelas kalau nilainya kurang maksimal tapi guruku mengajarkan hal yang aku sudah sebutkan sebelumnya.. dan terbukti.. sekarang aku tau gak gampang untuk menilai karya anak-anak...

Sekian dulu nih refleksiku untuk pembelajaran hari ini, akhir kata saya ucapkan terima kasih Wassamualaikum, wr, wb., God Bless You guys..

Komentar

Postingan Populer