REFLEKSI PPEP 4

"REFLEKSI PEMBELAJARAN"
13 Januari 2019

Assalamualaikum, wr. wb., Syalom semuanya, salam sejahtera,, Halo semuanyaaaa, balik lagi ke next blog yang banyak kurangnya tapi banyak manfaatnya, semoga kabarnya semakin hari semakin luar biasa terus-terusan ya.. Kali ini, gue mau merefleksikan pembelajaran yang saya terima sepanjang pembelajaran PPEP ini nih:

Pada pembelajaran Perencanaan, Pengelolaan, dan Evaluasi Pembelajaran (PPEP) hari ini, saya diberikan pemaparan singkat oleh Ibu Yuli Rahmawati, M.Sc, Ph.D mengenai Grading dan Authentic Assessment. Kalau di refleksi ku sebelumnya bahas soal HOTS dan buat rubrik essay, sekarang mau cerita sedikit aja ya (maaf kalau gaada teorinya karna waktu itu ga bawa buku catetan dan masih di rekaman suara handphone gue guys hehehe) tentang Grading ini...

PENGALAMAN TENTANG GRADING DAN AUTHENTIC ASSESSMENT

Grading, grading itu ya penilaian iyaaa... penilaian yang dimaksud disini itu seperti penilaian yang ada di buku raport kita waktu sekolah.. ada angkanya buat tunjukkin prestasi & pencapaian kita selama sekolah per mata pelajaran, dan dapet rangking kelas (ya itupun bonus aja sih yang penting ilmunya).. Atau ada juga grading itu yang dibuat di kolom sebelah angka itu, biasanya itu notasinya dikasi A, B, C, tapi jangan sampe D juga ya kawan, C aja uda buruk kayaknya tuh.. harus berubah sikap hehehe.. Itu semua emang grading yang kita dapat baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Karena gue belajar ilmu kimia, biasanya semua aspek penilaian ini dinilai.. cuma dulu di sekolah gue mungkin karna keterbatasan waktu dan sarprasnya jadi ga memungkinkan buat diliat psikomotoriknya.. jadi yaaa cuma belajar di kelas ujian PR itu aja sih.. *jadi berbahagialah kalian yang bisa praktikum dengan seruuu*

Waktu saya kelas XII, saya pernah disuruh mengisi raport kelas XII angkatan ku bahkan kelas gue sendiri dan punya gue pribadi (asyik nyaaa bisa tipu nilai,, eh ga kok,, Tuhan ga ijinin itu terjadi juga kok #peace). Dari situ, gue cuma bisa termenung melihat nilai temen" gua yaaaa mungkin adalah pertimbangan guru disitu kasih nilai... kadang-kadang grading ga menjamin apa yang sebenernya gua liat juga karna namanya guru, penilaian bisa aja lebih objektif dan subjektif daripada kita temennya.. Nah dari ngisi raport ini, berbekal hal inilah gua berkhayal waktu Ibu Yuli jelasin materi Grading ini, karena spontan gue sendiri syok dengernya, karena banyak yang emang terjadi dan mungkin waktu itu terjadi.. contohnya kalau yang baca ini masih sekolah terus cek and ricek ke raport temennya (gamungkinlah yaa) pasti narasi sebelahnya samaan.. Itu faktor gurunya males kali ya buat bikin ulang list indikator,, jadi asal jiplak aja dari KD/Indikator yang dipakai, terus tinggal ganti dari kurang - sangat baik.. Apalagi kalau deskriptif nilai itu udah kepanjangan dan ga bermakna,, terkesan agak maksain sih hehehehe.. Yaaa tapi begitulah grading, kadang tersurat kadang tersirat,, gabisa dipahamin secara menyeluruh juga, yang bisa diliat yang angkanya aja dan lulus/tidaknya...

Kalau bicara tentang Authentic Assessment ini, yang gue dapat dari Bu Yuli intinya dia berasal dari pengalaman nyata orang tersebut yang bener" real tanpa dimanipulasi, kayak belajar reaksi-reaksi kimia di kehidupan aja.. Jujur, baru kali ini aja belajar kimia terasa di kehidupan setelah kuliah,, dulu sih waktu masih sekolah belum peka ke kimia"an nya buat hidup.. apalagi gurunya belum mendukung/ajak kita buat implementasikan apa yang sudah diajarkan.. Yaa begitu deh beda kurikulum beda rasa belajar. Selain itu, penilaian otentik itu yang diliat prosesnya, bukan hasil akhirnya, karena penilaian otentik ini bagus banget buat ukur kinerja kita saat belajar, contohnya waktu dikasi demonstrasi, praktikum, dan tugas prakarya terkait pembelajaran tersebut.

Kira-kira itu aja dulu lagi yang bisa kuberikan di refleksi yang aku buat.. kiranya bisa jadi inspirasi buat yang baca.. terima kasih Wassamualaikum, wr, wb., God Bless You guys.. See yaaaa..

Komentar

Postingan Populer