Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Masyarakat Pedesaan
dan Masyarakat Perkotaan
1.
Jelaskan
pengertian masyarakat !
Pengertian Masyarakat
Masyarakat
adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan,
norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
Masyarakat
dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan dalam hidup bersama dan tidak
dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit,
masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu,
misalnya teritorial, bangsa, golongan dan lain sebagainya.
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita menemukan kenyataaan bahwa manusia sebagai makhluk
sosial ada kecenderungan untuk melakukan kesalahan sesama manusia.
Kecenderungan yang bersifat sosial ini selalu timbul pada diri setiap manusia
ada sesuatu yang saling membutuhkan.
Dari
kenyataan ini kemudian timbullah suatu struktur antar hubungan yang beraneka
ragam. Keragaman itu dalam bentuk kolektivitas-kolektivitas serta
kelompok-kelompok dan pada tiap-tiap kelompok tersebut terdiri dari
kelompok-kelompok yang lebih kecil. Apabila kolektivitas-kolektivitas itu dan
kelompok-kelompok mengadakan persekutuan dalam bentuk yang lebih besar, maka
terbentuklah apa yang kita kenal dengan masyarakat.
Pada setiap
masyarakat, jumlah kelompok dan kesatuan sosial tidak hanya satu, disamping itu
individu sebagai warga masyarakat dapat menjadi bagian dari berbagai kelompok
dan atau kesatuan sosial yang hidup dalam masyarakat tersebut.
2.
Jelaskan
syarat – syarat menjadi masyarakat !
1. Sejumlah
manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama.
2. Merupakan
satu kesatuan.
3. Merupakan
suatu sistem hidup bersama, yaitu hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan
dimana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masing terikat dengan
kelompoknya.
3.
Jelaskan
masyarakat perkotaan !
Masyarakat
perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih
ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda
dengan masyarakat pedesaan.
4.
Sebutkan
2 tipe masyarakat !
Masyarakat
mempunyai tipe seperti berikut :
1. Masyarakat kecil yang belum kompleks
Yaitu masyarakat yang belum mengenal
pembagian kerja, struktur, dan aspek - aspeknya masih dapat dipelajari sebagai
satu kesatuan.
2.
Masyarakat yang sudah kompleks
Yaitu masyarakat yang sudah jauh
menjalankan spesialisasi dalam segala bidang, karena ilmu pengetahuan sudah
maju, teknologi maju, dan sudah mengenal tulisan.
5.
Sebutkan
ciri – ciri masyarakat kota !
Ciri
– ciri
1.
Kehidupan keagamaan berkurang bila
dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2.
Orang kota pada umumnya dapat mengurus
dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini
adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga
sering sukar untuk disatukan, sebab perbedaan kepentingan paham politik,
perbedaan agama dan sebagainya.
3.
Jalan pikiran rasional yang pada umumnya
dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang
terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada faktor pribadi.
4.
Pembagian kerja di antara warga-warga
kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
5.
Kemungkinan - kemungkinan untuk
mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga
desa.
6.
Interaksi yang terjadi lebih banyak
terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripaa faktor pribadi.
7.
Pembagian waktu yang lebih teliti dan
sangat penting untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
8.
Perubahan - perubahan sosial tampak
dengan nyata di kota - kota sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh
dari luar.
6.
Sebutkan
perbedaan antara desa dan kota !
Masyarakat Pedesaan :
1.
Perilaku Homogen.
2.
Perilaku yang dilandasi oleh konsep
kekeluargaan dan kebersamaan.
3.
Perilaku yang berorientasi pada tradisi
dan status.
4.
Isolasi sosial sehingga statik.
5.
Kesatuan dan keutuhan kultural.
6.
Banyak ritual dan nilai-nilai sakral.
7.
Kolektivisme.
Masyarakat Kota :
1.
Perilaku heterogen.
2.
Perilaku yang dilandasi oleh konsep
pengandalan diri dan kelembagaan.
3.
Perilaku yang berorientasi pada
rasionalitas dan fungsi.
4.
Mobilitas sosial, sehingga dinamik.
5.
Kebauran dan diversifikasi kultural.
6.
Birokrasi fungsional dan nilai-nilai
sekular.
7.
Individualisme.
7.
Jelaskan
hubungan desa dan kota !
Hubungan
Desa dan Kota
Banyak orang yang beranggapan bahwa jika ingin berhasil dan menghasilkan
banyak uang maka bekerjalah di daerah perkotaan, dikawasan perkantoran dan lain
sebagainya.
Namun sebenarnya, mereka yang menganggap seperti itu sangatlah keliru.
Memang perputaran uang didaerah perkotaan lebih cepat dibandingkan daerah
pedesaan, sehingga banyak orang berpikiran yang melakukan urbanisasi untuk
memperbaiki nasib mereka.
Tetapi sebenarnya hubungan antara desa dengan kota bukan hanya saling
menjatuhkan dan memandang rendah satu sama lain melainkan saling membantu dalam
menyokong kelangsungan hidup masyarakatnya. Untuk kebutuhan makanan mereka
sehari-hari masyarakat kota membutuhkan masyarakat desa untuk menyuplai
berbagai macam bahan makanan setiap harinya.
Selain itu, berbagai macam sarana kesehatan maupun kendaran untuk membajak
sawah diperlukan masyarakat desa dalam membantu kehidupan dan juga mempermudah
pekerjaan mereka yang didapat dari masyarakat kota.
8.
Jelaskan
tentang aspek positif dan aspek negatif !
Berikut aspek positif dari perkotaan :
1. Perkotaan dapat memberikan pekerjaan bagi tenaga kerja
kasar dari desa yg bekerja di proyek pembangunan gedung dikota.
2. Perkotaan dapat memenuhi kebutuhan penduduk dengan
fasilitas seperti wahana rekreasi, mall, dan hiburan lainnya.
3. Tersedianya pembangkit tenaga listrik buat penerangn dan
kebutuhan lainya.
4. Fasilitas pendidikan dan perguruan tinggi yang
bagus-bagus dan sudah terakreditasi.
5. Tersedia lapangan kerja.
6. Perkotaan juga devisa buat negara.
Aspek
negatif dari perkotaan:
1.
Terjadinya
transmigrasi besar-besaran oleh orang desa ke kota yg menyebabkan kepadatan
penduduk.
2.
Sehingga adanya
pembangunan liar rumah-rumah dan pengangguran karena sedikitnya orang desar yg
diterima bekerja.
3.
Tingkat kriminalitas
tinggi karena banyaknya pengangguran dan mereka terpaksa untuk melakukan
kejahatan untuk memenuhi kebutuhan.
4.
Pembangunan
dipedesaan menjadi terlambat karena orang-orang desa pada kekota untuk mencari
pekerjaan.
9.
Sebutkan
5 unsur lingkungan perkotaan !
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan
perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
1.
Wisma :
Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
2.
Karya :
Untuk penyediaan lapangan kerja.
3.
Marga :
Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
4.
Suka :
Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
5.
Penyempurnaan :
Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.
10.
Sebutkan
fungsi eksternal kota !
Fungsi Eksternal
Fungsi eksternal dari kota yakni seberapa jauh fungsi
dan peran kota tersebut dalm kerangka wilayah dan daerah-daerah yang dilingkupi
dan melingkupinya, baik secara regional maupun nasional.
11.
Jelaskan
pengertian desa dan sebutkan ciri – ciri desa !
Pengertian Desa :
Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografis,
sosial, ekonomi, politik dan kulural yang terdapat di suatu daerah dalam
hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Pola keruangan desa bersifat agraris yang sebagian
atau seluruhnya terisolasi dari kota. Tempat kediaman penduduk mencerminkan
tingkat penyesuaian penduduk terhadap lingkungan alam, seperti iklim, tanah,
topografi, tata air, sumber alam, dan lain-lain. Tingkat penyesuaian penduduk
desa terjhadap lingkungan alam bergantung faktor ekonomi, sosial, pendidikan
dan kebudayaan.
Ciri – ciri Desa :
7.
Sistem kehidupan
umumnya bersifat kelompok dengan dasar ekelurgaan (paguyuban).
8.
Masyarakat bersifat
homogeny seperti dalam hal mata pencahariaan, agama dan adat istiadat.
9.
Di antara warga desa
mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bla dibandingkan dengan
masyarakat lain di luar batas wilayahnya.
10.
Mata pencahariaan
utama para penduduk biasanya bertani.
11.
Faktor geografis
sangat berpengaruh terhadapa corak kehidupan masyarakat.
12.
Jarak antara tempat
bekerja tidak terlalu jauh dari tempat tinggal.
12.
Sebutkan
ciri – ciri masyarakat pedesaan !
1. Masyarakatnya
sangat dekat dengan alam.
- Kehidupan petani sangat bergantung dengan musim.
- Merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.
- Jumlah penduduk relatif kecil dan wilayah relatif luas.
- Struktur ekonomi masyarakat dominan agraris.
- Ikatan kekeluargaan erat.
- Sosial control ditentukan oleh nilai moral dan hukum internal.
- Proses sosial berjalan lambat.
- Penduduk berpendidikan rendah.
13.
Sebutkan
macam – macam pekerjaan gotong royong !
1.
Kerjasama
untuk pekerjaan-pekerjaan yang timbulnya dari inisiatif warga masyarakat itu sendiri
(biasanya diistilahkan dari bawah).
2.
Kerjasama
untuk pekerjaan-pekerjaan yang inisiatifnya tidak timbul dari masyarakat itu
sendiri berasal dari luar (biasanya berasal dari atas).
14.
Jelaskan
sifat dan hakekat masyarakat pedesaan !
Masyarakat pedesaan mempunyai sifat
yang kaku tapi sangatlah ramah. Biasanya
adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah.
adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah.
Pada hakikatnya masyarakat pedesaan
adalah masyarakat pendukung seperti sebagai petani yang menyiapkan bahan
pangan, sebagai PRT atau pekerjaan yang biasanya hanya bersifat pendukung tapi
terlepas dari itu masyarakat pedesaan banyak juga yang sudah berpikir maju dan
keluar dari hakikat itu.
15.
Sebutkan
macam – macam gejala masyarakat pedesaan !
Konflik ( Pertengkaran)
Ramalan
orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis
itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat
pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka
yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan
hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga
kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak
dan sering terjadi.
Pertengkaran-pertengkaran
yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering
menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu
rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan
sebagainya.
Kontraversi (pertentangan)
Pertentangan
ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat),
psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli
hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut
kebiasaan masyarakat.
Kompetisi (Persiapan)
Dengan
kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat
sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi
sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan
bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk
meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif
bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha
sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini
kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.
Kegiatan
pada Masyarakat Pedesaan
Masyarakat
pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja
keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah
masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan
tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. Jadi apabila orang berpendapat bahwa orang
desa didorong untuk bekerja lebih keras, maka hal ini tidaklah mendapat
sambutan yang sangat dari para ahli.Karena pada umumnya masyarakat sudah
bekerja keras.
16.
Jelaskan
sistem budaya petani indonesia !
SISTEM
BUDAYA PETANI INDONESIA
Para ahli disinyalir bahwa di
kalangan petani perdesaan ada suatu cara berfikir dan mentalitas yang hidup dan
bersifat religo-magis.
Sistem nilai budaya petani Indonesia
antara lain sebagai berikut :
1. Para
petani di Indonesia di Jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu sebagai
sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. Tetapi itu tidak berarti
bahwa ia harus menghindari hidup yang nyata dan menghindarkan diri dengan
bersembunyi di dalam kebatinan atau dengan bertapa, bahkan sebaliknya wajib
menyadari keburukan hidup itu dengan jelas berlaku prihatin dan kemudian
sebaik-baiknya dengan penuh usaha atau ikhtiar.
2. Mereka
beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-kadang untuk
mencapai kedudukannya.
3. Mereka
berorientasi pada masa ini (sekarang), kurang memperdulikan masa depan, meraka
kurang mampu untuk itu.Bahkan kadang-kadang ia rindu masa lampau, mengenang
kekayaan masa lampau (menanti datangnya kembali sang ratu adil yang membawa
kekayaan bagi mereka).
4. Mereka
menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain itu
hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima kurang adanya agar
peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang kembali. Mereka cukup saja dengan
menyesuaikan diri dengan alam, kurang adanya usaha untuk menguasainya.
5. Dan
untuk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong-royong, mereka sadar
bahwa dalam hidup itu pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya.
17.
Sebutkan
unsur – unsur desa dan fungsi desa !
UNSUR-UNSUR
DESA
Daerah, dalam arti
tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaannya, termasuk juga
unsur lokasi, luas, dan batas yang merupakan lingkungan geografis setempat.
Penduduk adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
Penduduk adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
Tata kehidupan,
dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan warga desa. Jadi
menyangkut seluk-beluk kehidupan masyarakat desa (rural society).
Ketiga unsur desa
ini tidak lepas satu sama lain, artinya tidak berdiri sendiri, melainkan
merupakan satu kesatuan.
Unsur daerah,
penduduk dan tata kehidupan merupakan suatu kesatuan hidup atau “Living Unit”.Unsur
lain yang termasuk unsur desa yaitu, unsur letak. Letak suatu desa pada umumnya
selalu jauh dari kota atau dari pusat keramaian. Unsur letak menentukan
besar-kecilnya isolasi suatu daerah terhadap daerah-daerah lainnya.
FUNGSI DESA
1. Dalam
hubungannya dengan kota, maka desa yang merupakan “hinterland” atau daerah
dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok seperti
padi, jagung, ketela, di samping bahan makanan lain seperti kacang, kedelai,
buah-buahan, dan bahan makanan lain yang berasal dari hewan.
2. Desa
ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw
material) dan tenaga kerja (man power) yang tidak kecil artinya.
Ketiga, dari segi kegiatan kerja (occupation) desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dan sebagainya.
Desa-desa di Jawa banyak berfungsi sebagai desa agraris.
Ketiga, dari segi kegiatan kerja (occupation) desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dan sebagainya.
Desa-desa di Jawa banyak berfungsi sebagai desa agraris.
Menurut Sutopo Yuwono : “Salah satu
peranan pokok desa terletak di bidang ekonomi. Daerah pedesaan merupakan tempat
produksi pangan dan produksi komoditi ekspor. Peranan yang vital menyangkut
produksi pangan yang akan menentukan tingkat kerawanan dalam jangka pembinaan
ketahanan nasional. Oleh karena itu, peranan masyarakat pedesaan dalam mencapai
sasaran swasembada pangan adalah penting sekali, bahkan bersifat vital.”
18.
Sebutkan
perbedaan masyarakat pedesaan dan perkotaan !
PERBEDAAN
MASYARAKAT PEDESAAN DENGAN MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat pedesaan kehidupannya berbeda dengan masyarakat perkotaan. Perbedaan-perbedaan ini berasal dari adanya perbedaan yang mendasar dari keadaan personalitas dan segi-segi kehidupan.
Masyarakat pedesaan kehidupannya berbeda dengan masyarakat perkotaan. Perbedaan-perbedaan ini berasal dari adanya perbedaan yang mendasar dari keadaan personalitas dan segi-segi kehidupan.
Mengenal ciri-ciri masyarakat
pedesaan akan lebih mudah dan lebih baik dengan membandingkannya dengan
kehidupan masyarakat perkotaan. Untuk menjelaskan perbedaan atau ciri-ciri dari
kedua masyarakat tersebut, dapat ditelusuri dalam hal lingkungan umumnya dan
orientasi terhadap alam, pekerjaan, ukuran komunitas, kepadatan penduduk,
homogenitas-heterogenitas, diferensiasi sosial, pelapisan sosial, mobilitas
sosial, interaksi sosial, pengendalian sosial, pola kepemimpinan, ukuran
kehidupan, solidaritas sosial, dan nilai atau sistem nilainya :
1. Lingkungan
Umum dan Orientasi Terhadap Alam
Masyarakat pedesaan berhubungan kuat
dengan alam, disebabkan oleh lokasi geografinya di daerah desa. Penduduk yang
tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan-kepercayaan dan
hukum-hukum alam, seperti dalam pola berpikir dan falsafah hidupnya. Berbeda
dengan penduduk yang tinggal di kota, yang kehidupannya “bebas” dari realitas
alam.
2. Pekerjaan
atau Mata Pencaharian
Pada umumnya atau kebanyakan mata
pencaharian daerah pedesaan adalah bertani dan berdagang sebagai pekerjaan
sekunder. Namun di masyarakat perkotaan, mata pencaharian cenderung menjadi
terspesialisasi, dan spesialisasi itu sendiri dapat dikembangkan.
3. Ukuran
Komunitas
Dalam mata pencaharian di bidang
pertanian, imbangan tanah dengan manusia cukup tinggi bila dibandingkan dengan
industri; dan akibatnya daerah pedesaan mempunyai penduduk yang rendah per
kilometer perseginya. Oleh karena itu, komunitas pedesaan lebih kecil daripada
komunitas perkotaan.
4. Kepadatan
Penduduk
Penduduk desa kepadatannya lebih
rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota. Kepadatan penduduk
suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu
sendiri.
5. Homogenitas
dan Heterogenitas
Homogenitas atau persamaan dalam
ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan
perilaku sering nampak pada masyarakat pedesaan bila dibandingkan dengan
masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya, penduduk heterogen terdiri dari
orang-orang dengan macam-macam subkultur dan kesenangan, kebudayaan, dan mata
pencaharian.
6. Diferensiasi
Sosial
Keadaan heterogen dari penduduk kota
berindikasi pentingnya derajat yang tinggi di dalam diferensiasi sosial.
Kenyataan ini bertentangan dengan bagian-bagian kehidupan di masyarakat
pedesaan. Tingkat homogenitas alami ini cukup tinggi, dan relatif berdiri
sendiri dengan derajat yang rendah daripada diferensiasi sosial.
7. Pelapisan
Sosial
Kelas sosial di dalam masyarakat
sering nampak dalam perwujudannya seperti “piramida sosial”, yaitu kelas-kelas
yang tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada di antara
kedua tingkat kelas ekterm dari masyarakat.
Ada beberapa perbedaan “pelapisan sosial tak resmi” ini antara masyarakat desa dan masyarakat kota yakni dalam aspek kehidupan pekerjaannya, kesenjangan antara kelas ekstremnya, serta ketentuan kasta dan contoh-contoh perilakunya.
Ada beberapa perbedaan “pelapisan sosial tak resmi” ini antara masyarakat desa dan masyarakat kota yakni dalam aspek kehidupan pekerjaannya, kesenjangan antara kelas ekstremnya, serta ketentuan kasta dan contoh-contoh perilakunya.
8. Mobilitas
Sosial
Mobilitas sering terjadi di kota
dibandingkan dengan di daerah pedesaan. Mobilitas teritorial (wilayah) di kota
lebih sering ditemukan daripada di daerah pedesaan. Hal lain, mobilitas atau
perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) lebih banyak ketimbang dari
kota ke desa. Pergerakannya dapat terjadi secara bertahap, baik arahnya secara
horizontal ataupun vertikal. Kebiasaan tersebut di desa kurang terlihat, dan di
kota lebih memungkinkan dengan waktu yang relatif singkat.
9. Interaksi
Sosial
Tipe interaksi sosial di desa dan di
kota perbedaannya sangat kontras, baik aspek kualitasnya maupun kuantitasnya.
Perbedaan yang penting dalam interaksi sosial di daerah pedesaan dan perkotaan,
diantaranya :
-
Masyarakat pedesaan lebih sedikit jumlahnya dan
tingkat mobilitas sosialnya rendah, maka kontak pribadi per individu lebih
sedikit.
-
Dalam kontak sosial berbeda secara kuantitatif
maupun secara kualitatif. Penduduk kota lebih sering kontak, tetapi cenderung
formal sepintas lalu, dan tidak bersifat pribadi (impersonal), tetapi melalui
tugas atau kepentingan yang lain. Di desa kontak sosial terjadi lebih banyak
dengan tatap muka, ramah-tamah (informal), dan pribadi.
10. Pengawasan
Sosial
Tekanan sosial oleh masyarakat di
pedesaan lebih kuat karena kontaknya yang bersifat pribadi dan ramah-tamah
(informal), dan keadaan masyarakatnya yang homogen. Di kota pengawasn sosial
lebih bersifat formal, pribadi, kurang “terkena” aturan yang ditegakkan, dan
peraturan lebih menyangkut masalah pelanggaran.
11. Pola
Kepemimpinan
Menentukan kepemimpinan di daerah
pedesaan cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu
dibandingkan dengan kota. Keadaan ini disebabkan oleh lebih luasnya kontak
tatap muka, dan individu lebih banyak saling mengetahui daripada di daerah
kota.
12. Standar
Kehidupan
Di kota, dengan konsentrasi dan
jumlah penduduk yang padat, tersedia dan ada kesanggupan dalam menyediakan
kebutuhan tersebut, sedangkan di desa terkadang tidak demikian. Orientasi hidup
dan pola berpikir masyarakat desa yang sederhana dan standar hidup demikian kurang
mendapat perhatian.
13. Kesetiakawanan
Sosial
Kesetiakawanan sosial (social
solidarity) atau kepanduan dan kesatuan, pada masyarakat pedesaan dan
masyarakat perkotaan banyak ditentukan oleh masing-masing faktor yang berbeda.
14. Nilai
dan Sistem Nilai
Nilai dan sistem nilai di desa dengan di
kota berbeda, dan dapat diamati dalam kebiasaan, cara, dan norma yang berlaku.
Pada masyarakat pedesaan, misalnya mengenai nilai-nilai keluarga, dalam masalah
pola bergaul dan mencari jodoh kepada keluarga masih berperan. Dalam hal ini,
masyarakat kota bertentangan atau tidak sepenuhnya sama dengan sistem nilai di
desa.
Sumber :
https://ciptadestiara.wordpress.com/category/perbedaan-masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat-perkotaan/https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/syarat-syarat-menjadi-masyarakat/http://aurisophanz.blogspot.co.id/2014/11/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek.htmlhttp://galihjalusaputra.blogspot.co.id/2015/01/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat_5.htmlhttp://aurisophanz.blogspot.co.id/2014/11/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek.htmlhttps://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/syarat-syarat-menjadi-masyarakat/https://ciptadestiara.wordpress.com/category/macam-macam-pekerjaan-gotong-royong-menjelaskan-sifat-dan-hakikat-masyarakat-pedesaan-menyebutkan-macam-macam-gejala-masyarakat-pedesaan-menjelaskan-sistem-budaya-petani-indonesia-menyebutkan/https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/5-unsur-lingkungan-perkotaan/http://bimanovakh.blogspot.co.id/2011/01/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek.htmlhttp://bimanovakh.blogspot.co.id/2011/01/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek.htmlhttp://kumpulantugassekolahnyarakabintang.blogspot.co.id/2014/10/ciri-ciri-masyarakat-perkotaan-pedesaan.htmlhttp://illaphuw.blogspot.co.id/2010/11/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat.htmlhttps://nenengsuryaniti.wordpress.com/2013/11/22/sifat-dan-hakikat-masyarakat-pedesaan-dan-perkotaan/
http://illaphuw.blogspot.co.id/2010/11/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat.htmlhttp://illaphuw.blogspot.co.id/2010/11/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat.html
Komentar
Posting Komentar