Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
Pertentangan Sosial
dan Integrasi Masyarakat
1.
Jelaskan perbedaan kepentingan !
Kepentingan
merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku
karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya.
Perbedaan kepentingan itu
antara lain berupa :
1.
Kepentingan individu untuk memperoleh kasih
sayang.
2.
Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3.
Kepentingan individu untuk memperoleh
penghargaan yang sama.
4.
Kepentingan individu untuk memperoleh
prestasi dan posisi.
5.
Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang
lain.
6.
Kepentingan individu untuk memperoleh
kedudukan di dalam kelompoknya.
7.
Kepentingan individu untuk memperoleh rasa
aman dan perlindungan diri.
8.
Kepentingan individu untuk memperoleh
kemerdekaan diri.
2.
Jelaskan tentang diskriminasi dan ethnosentris
!
Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka dan diskriminasi merupakan dua hal yang ada
relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuhan, perkembangan
dan bahkan integrasi masyarakat. Dari peristiwa kecil yang menyangkut dua orang
dapat meluas dan menjalar, melibatkan sepuluh orang, golongan atau wilayah
disertai yindakan kekerasan dan destruktif yang merugikan.
Prasangka mempunyai dasar pribadi, di mana setiap orang
memilikinya, sejak masih kecil unsur sikap bermusuhan sudah tampak. Melalui
proses belajar dan semakin besarnya manusia, membuat sikap cenderung untuk
membeda-bedakan. Perbedaan yang secara sosial silaksanakan antar lembaga atau
kelompok dapat menimbulkan prasangka melalui hubungan pribadi akan menjalar,
bahkan melembaga (turun menurun) sehingga tidak heran apabila prasangka ada
pada mereka yang tergolong cendekiawan, sarjana, pemimpin atau negarawan.
Jadi prasangka pada dasarnya pribadi dan dimiliki bersama.
Oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian dengan seksama, mengingat bangsa
Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa atau masyarakat multi etnik.
Suatu hal yang saling berkaitan, apabila seorang individu
mempunyai prasangka rasial biasanya bertindak diskriminatif terhadap ras yang
diprasangkainya. Tetapi dapat pula yang bertindak diskriminatif tanpa didasari
prasangka, dan sebaliknya seorang yang berprasangka dapat saja bertindak tidak
diskriminatif. Perbedaan terpokok antara prasangka dan diskriminatif
Etnosentris
Etnosentris (
dalam bhs Indonesia ) adalah kecenderungan sikap Individu yang merasa cara
hidup/ budaya mereka lebih superior dan beradab dari yang lainnya.
Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan
norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak
dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan
kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk
menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya
sendiri.
Ethnosentrisme dan
Stereotype Perasaan dalam dan
luar kelompok merupakan dasar untuk suatu sikap yang disebut dengan
ethnosentrisme. Anggota dalam lingkungan suatu kelompok , punyai kecenderungan
untuk menganggap segala yang termasuk dalam kebudayaan kelompok sendiri sebagai
utama, baik riil, logis, sesuai dengan kodrat alam, dan sebagainya, dan segala
yang berbeda dan tidak masuk ke dalam kelompok sendiri dipandang kurang baik,
tidak susila, bertentangan dengan kehendak alam dan sebagainya.
Jecenderungan-jecenderungan tersebut disebut dengan enthosentrisme, yaitu sikap
untuk menilai unsur-unsur kebudayaan orang lain dengan mempergunakan ukuran-ukuran
kebudayaan sendiri.
Sikap enthosentrisme ini diajarkan kepada anggota
kelompok baik secara sadar maupun secara tidak sadar, bersama dengan
nilai-nilai kebudayaan. Sikap ini dipanggil oleh suatu anggapan bahwa
kebudayaan dirinya kebih unggul dari kebudayaan lainnya. Bersama itu pula ia
menyebarkan kebudayaannya, bila perlu dengan kekuatan atau paksaan.
Proses diatas sering dipergunakan stereotype, yaitu
gambaran atau anggapan ejek. Dengan demikian dikembangkan sikap-sikap tertentu,
misalnya mengejek, mengdeskreditkan atau mengkambinghitamkan golongan-golongan
tertentu. Stereotype diartikan sebagai tanggapan mengenai sifat-sifat dan waktu
pribadi seseorang atau golongan yang bercorak nnegatif sebagai akibat tidak
lengkapnya informasi dan sifatnya yang subjektif.
Dalam melakukan penilaian mengenai sesuatu, seseorang
cenderung menyederhanakan kategori ke dalam dua kutub, seperti kaya miskinm
rajin malas, pintar bodoh. Kecenderungan menyederhanakan secara maksimal ini
disebabkan individu lebih mudaj melakukan hal ini dari pada melakukan penilaian
secara majemuk. Dengan demikian stereotype bukan saja suatu kategori yang
tetap, tetapi juga mengandung penyederhanaan dan pemukulrataan secara
berlebihlebihan. Penyederhanaan dan pemukul rataan mengandung stereotype,
sehingga merupakan dasar dari prasangka.
3.
Jelaskan pertentangan dan ketegangan dalam
masyarakat !
Konflik (pertentangan)
mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa
dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau
perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan
ciri-ciri dari situasi konflik yaitu :
1.
Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau
baigan-bagianyang terlibat didalam konflik.
2.
Unit-unit tersebut mempunyai
perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan- kebutuhan, tujuan-tujuan,
masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan.
3.
Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian
yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.
4.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang
dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya,
misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang
paling kecil yaitu individu,sampai kepada lingkungan yang luas yaitu
masyarakat.
5.
Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik
menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi emosi dan
dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang
6.
Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari
konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para
anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma,
motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
7.
Pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber
pada perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan
nilai-nilai an norma-norma kelompok yang bersangkutan
berbeda.Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta minat,
disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber
sosio-ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang aa dalam
kebudayaan-kebudayaan lain.
4.
Sebutkan golongan – golongan yang berbeda dan
integrasi sosial !
1.
Masyarakat Majemuk dan National
Indonesia terdiri dari :
Masyarakat Indonesia digolongkan
sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku
bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang
berwujudkan Negara Indonesia. Aspek-aspek dari kemasyarakatan :
·
Suku bangsa dan kebudayaannya
·
Agama
·
Bahasa
·
Nasional Indonesia
2. Integritas
Variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1. Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai
miliknya.
2. Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3. Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan
kesukuan.
4. Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota
golongan.
3. Integrasi Sosial
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang
berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut
meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan
norma. Syarat terjadinya integrasi sosial antara lain :
1.
Untuk meningkatkan Integrasi Sosial, Maka
pada diri masing-masing harus mengendalikan perbedaan/konflik yang ada pada
suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya.
2.
Tiap warga masyarakat merasa saling dapat
mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya.
5.
Jelaskan tentang integrasi nasional !
Pengertian
Integrasi Nasional
Integrasi Nasional berasal dari 2 kata, yakni Integrasi dan Nasional.
Integrasi ini berasal dari Bahasa Inggris (integrate) yang memiliki arti
menyatupadukan, mempersatukan atau menggabungkan. Pada Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), Integrasi memiliki arti pembauran sehingga menjadi satu
kesatuan yang bulat dan utuh.
Kata Nasional itu sendiri berasal dari Bahasa Inggris juga (Nation) yang
berarti Bangsa.
Di dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Integrasi Nasional memiliki arti yang
politis dan antropologis.
1.
Secara Politis
Integrasi
Nasional secara politis ini memiliki arti bahwa penyatuan berbagai kelompok
budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu
identitas nasional.
2.
Secara Antropologis
Integrasi
Nasional secara antropologis ini berarti bahwa proses penyesuaian diantara
unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu kesatuan fungsi di
dalam kehidupan masyarakat.
Syarat
Integrasi
Adapula
beberapa syarat keberhasilan Integrasi di dalam suatu negara diantaranya
sebagai berikut :
1. Anggota
masyarakat merasa bahwa mereka semua berhasil untuk saling mengisi
kebutuhan-kebutuhan yang satu dengan yang lainnya.
2. Terciptanya
kesepakatan bersama mengenai norma-norma dan nilai-nilai sosial yang
dilestarikan dan dijadikan menjadi suatu pedoman.
3. Norma-norma
dan nilai-nilai sosial dijadikan aturan yang baku dalam melangsungkan proses
integrasi sosial.
Sumber :
Komentar
Posting Komentar